BIOS merupakan akronim untuk Dasar System Input / Output . Bios adalah bagian pertama boot komputer, dan merupakan pengaturan untuk boot sistem operasi. Serta juga bertanggung jawab untuk beberapa bagian yang paling mendasar komputer interface seperti keyboard dan video juga dapat berkomunikasi dengan kartu NIC dan kabel data, bahkan memberikan fasilitas untuk booting dari interface.
Ketika sebuah komputer pertama dimulai, ia membaca BIOS chip untuk instruksi tentang apa yang harus dilakukan. Test BIOS biasanya melakukan Power On Self-Test untuk memastikan bahwa semua yang diperlukan komponen hardware yang terpasang ke komputer. Setelah tes POST, komponen utama (keyboard, sistem memori, IDE drives) diinisialisasikan. Pada BIOS biasanya ditentukan (oleh produsen komputer) lokasi untuk bootable sistem operasi.
Untuk mengkonfigurasi atau melihat dari satu konfigurasi BIOS, urutan penekanan khusus harus dilakukan pada saat startup. Akan ada pesan yang menunjukkan bahwa kunci untuk menekan, tetapi karena disajikan untuk tidak lebih dari tiga detik (dan sering kurang dari satu detik), ini kunci umum yang harus mencoba: F1, F2, DEL, ESC.
Setelah konfigurasi BIOS layar terlihat, pengguna biasanya dapat mengubah urutan boot, menetapkan sandi (untuk OS atau BIOS itu sendiri), mengubah kecepatan prosesor, dan mengaktifkan / menonaktifkan Num Lock pada keyboard. Tugas-tugas umum lainnya termasuk sistem yang mengatur waktu dan tanggal, dan mengkonfigurasi rendah tingkat daya manajemen, Seperti harddisk dan video shutdown.
Tidak ada bahaya mengubah pengaturan. Namun, jika tidak membuat perubahan yang benar maka ada kemungkinan bahwa tidak akan terjadi boot komputer, atau kerusakan yang mungkin terjadi dengan prosesor dan memori.
Fungsi BIOS
Basic Input Output System dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
Memuat dan menjalankan sistem operasi
Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakanbahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Komponen BIOS
Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai berikut:
1.Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
3.Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.
ROM dan NVRAM
BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. BIOS dsisimpan dalam ROM agar dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chipROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS.
Tipe ROM
Cara penulisan
Dapat dihapus
Jenis BIOS
Mask ROM
Photolithography
Tidak
ROM BIOS
Programmable ROM (PROM)
PROM Writer
Tidak
ROM BIOS
Erasable PROM
EPROM/PROM Writer
Ya, dengan menggunakan EPROM Rewriter atau menyinarinya dengan sinar ultraviolet tepat pada lubang kuarsa bening.
ROM BIOS
Electricly EPROM
EEPROM/EPROM/PROM Writer
Ya, dengan menggunakan EEPROM Rewriter, atau secara langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer.
ROM BIOS
Flash ROM
EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM
Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak Flash BIOS Programmer.
Flash BIOS
Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagaiReal-time clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.
POST adalah sekumpulan rutin-rutin khusus yang dijalankan selama proses bootingkomputer pribadi/PC yang disimpan di dalam ROM. Rutin-rutin ini didesain untuk melakukan pengujian terhadap kesehatan sistem komputer, apakah komponen berjalan dengan benar sebelum BIOS memulai sistem operasi. Yang dilakukannya adalah mengecek jumlahRAM, keyboard, dan perangkat media penyimpanan (disk drive). Jika sebuah kesalahan terdeteksi oleh POST, maka sistem umumnya akan menampilkan beberapa kode kesalahan, yang dinyatakan dengan bunyi-bunyian (atau beep) yang menunjukkan letak kesalahannya. Setiap kesalahan memiliki pola bunyi beep-nya sendiri-sendiri, dan berbeda antar BIOS yang digunakan.
Ketika menghidupkan komputer, pasti dilayar ada tulisan yang menunjukkan pengecekkan memori RAM, processor, dan VGA. Kemudian dilanjutkan dengan pengecekkan perangkat I/O (input dan output). Tulisan tersebut merupakan hasil analisis POST atau singkatannya Power On Self Test yang artinya pengecekkan komputer ketika dihidupkan. Tulisan itu biasanya bisa dilihat pada komputer yang motherboardnya versi dulu. Tetapi jika motherboardnya masih baru atau yang zaman sekarang, tulisan itu jarang ditampilkan karena terhalang oleh logo motherboard yang sedang dipakai.
POST perlu dilakukan karena komputer harus melakukan pengetesan hardware dahulu sebelum komputer masuk ke OS. Untuk tahap-tahap POST sendiri yaitu:
Tes PSU (Ditandai dengan lampu power hidup, dan kipas pendingin power supply menyala)
Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal “Power Boot” yang dihasilkan oleh PSU jika dalam kondisi baik. Kemudian CPU melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS.
Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. Di dalam BIOS terpadat program yang berisikan instruksi POST.
Penglistrikan terhadap CMOS. Program POST diawali dengan membaca data SETUP pada CMOS.
Melakukan terhadap CPU, timer, kendali memori, Memory BUS, dan Memory Module.
Membaca memori sebesar 16KB untuk keperluan ROM BIOS menyimpan kode POST.
Pengecekkan I/O Controller dan BUS Controller.]
Jika tahap-tahap pengecekkan diatas berhasil diselesaikan dan tidak ada masalah maka komputer anda dalam keadaan sehat. Jika ada tulisan error atau ada tanda bunyi “beep” maka komputer anda ada maslah. Untuk POST error code biasanya terdapat tulisan nomor kode error seperti:
100 to 199 - System boards
200 to 299 – Memory
300 to 399 – Keyboard
400 to 499 - Monochrome display
500 to 599 - Color/graphics display
600 to 699 - Floppy-disk drive or adapter
700 to 799 - Math coprocessor
900 to 999 - Parallel printer port
1000 to 1099 - Alternate printer adapter
1100 to 1299 - Asynchronous communication device, adapter, or port
1300 to 1399 - Game port
1400 to 1499 - Color/graphics printer
1500 to 1599 - Synchronous communication device, adapter, or port
1700 to 1799 - Hard drive and/or adapter
1800 to 1899 - Expansion unit (XT)
2000 to 2199 - Bisynchronous communication adapter
2400 to 2599 - EGA system-board video (MCA)
3000 to 3199 - LAN adapter
4800 to 4999 - Internal modem
7000 to 7099 - Phoenix BIOS chips
7300 to 7399 - 3.5-inch disk drive
8900 to 8999 - MIDI adapter
11200 to 11299 - SCSI adapter
21000 to 21099 - SCSI fixed disk and controller
21500 to 21599 - SCSI CD-ROM system
Dan untuk “beep” error code maksudnya ketika komputer bermasalah maka akan ada bunyi beep pada komputer anda. Bunyi beep dan penyebabnya bisa berbeda-beda tergantung merek BIOS yang digunakan.
Untuk bios AWARD BIOS:
NO
Gejala
Diagnotis
1
1 bip pendek
PC dalam keadaan baik
2
1 bib panjang
Permasalahan di memori
3
1 bib panjang, 2 bip pendek
Kerusakan di modul DRAM Paritie
4
1 bib panjang, 3 bip pendek
Kerusakan di bagian VGA
5
Bib terus menerus
Kerusakan di modul memori atau memori video
Dan untuk AMI BIOS:
NO
Gejala
Diagnotis
1
1 bip pendek
DRAM gagal merefresh
2
2 bip pendek
Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Paritie
3
3 bip pendek
BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama
4
4 bip pendek
Timer pada sistem gagal bekerja
5
5 bip pendek
Motherboard tidak dapat menjalankan Processor
6
6 bip pendek
Controller pada keyboard error
7
7 bip pendek
Video Mode error
8
8 bip pendek
Tes memori VGA gagal
9
9 bip pendek
Checksum error
10
10 bip pendek
CMOS Shutdows Read Write mengalami error
11
11 bip pendek
Cache memori error
12
1 bip panjang, 3 bip pendek
Konfessional/Extended Memory rusak
13
1 bip panjang, 8 bip pendek
Tes tampilan gambar gagal
Untuk yang 1 bip panjang, 8 bip pendek maksudnya tampilan tidak bisa muncul pada layar. Penyebabnya pun bisa beragam.
Bisa akibat memori RAM error.
Jika VGA yang digunakan tambahan atau slot PCI, AGP, atau PCI-e bisa jadi chipsetnya bermasalah.
Adanya masalah dengan ROM yang berisi program POST.
Atau kemungkinan procesor anda bermasalah.
Dan juga chipset Northbridge bermasalah.
AWARD BIOS
Award BIOS ROM memiliki built-in program setuo yang memungkinkan pengguna untuk memodifikasi dasar system konfigurasi. Informasi ini disimpan dalam CMOS RAM sehingga dapat menyimpan informasi setup, bahkan ketika power dimatikan. Ketika menghidupkan computer atau reboot sistem tekan tombol delete untuk masuk ke dalam award program setup BIOS.
Standard CMOS setup
Standart CMOS setup memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi komponen sistem seperti : hard disk drive, floppy disk drive, dan menampilkan video serta tanggal, waktu dan bootup kesalahan sinyal. Menu konfigurasi ini, harus diubah bila memasang mainboard untuk pertama kalinya, perubahan hardware di sistem seperti HDD, FDD, menampilkan video, atau ketika CMOS telah hilang atau terkontaminasi. Untuk melakukan konfigurasi pilih standard CMOS setup. Item dalam standard CMOS setup terdiri dari 10 kategori :
1.Date/Time
Digunakan untuk mengatur tanggal dan waktu. Ini merupakan settingan awal /default waktu untuk setiap kegiatan yang dilakukan seperti manajemen daya, menyimpan file, dll didasarkan pada timer ini.
2.Hard disk setup (Primary/Secondary; Master/Slave)
Kategori ini mengidentifikasi sampai empat hard disk IDE yang telah diinstal di computer.
3.Type(Auto/User/None)
Type berfungsi menentukan metode yang akan digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat IDE.
4.Cyls/Head/Sector
Jumlah cylinders, heads, dan sectors biasanya dapat ditemukan tertulis di atas hard disk.
5.Precomp
Hard drive yang lebih tua ( MFM atau RLL drive ) memiliki jumlah yang sama pada sector per track pada trek terluar. Dengan demikian, kepadatan data di trek terdalam lebih tinggi dan bit berbaring berdekatan. Bahkan meskipun ukuran fisik sektor semakin kecil karena diameter lagu berkurang, masing-masing sektor masih harus tetap berada pada 512 byte.
6.Landz
Ini mendefinisikan alamat dari zona pendaratan dan hanya digunakan untuk hard drive yang lebih tua yang tidak memiliki fitur auto-parking.
7.Mode
Jika nilai type tidak ada untuk perangkat apapun maka harus mengatur nilai mode untuk perangkat tersebut.
Macam-macam mode:
a.Auto: BIOS mendeteksi dan memasuki tipe drive IDE saat bootup.
b.Normal: untuk IDE yang memenuhi spesifikasi IDE lama yang mendukung kapasitas maksimum 528MB (1024 cylinders, 16 heads, 63 sectors ).
c.Large: untuk drive IDE yang tidak mendukung LBA dan memiliki lebih dari 1024 cylinders.
d.LBA: Dengan LBA, pengendali IDE mengubah alamat data yang digambarkan oleh sector, head dan nomor silinder ke alamat blok fisik, secara signifikan meningkatkan kecepatan transfer data. Modus ini untuk drive dengan lebih dari 1024 silinder dan antara 528MB dan 8,4GB ukurannya.
2.Floppy Disk Drives
Untuk memilih kapasitas memori dan ukuran disk yang sesuai dengan floppy disk drive yang digunakan.
3.Video
Memilih jenis video adaptor present di system yang digunakan. Tapi jika system menggunakan VGA maka setelan ini dapat diabaikan karena VGA BIOS secara otomatis akan mengkonfigurasi pengaturan ini.
4.Halt
Ketika sistem dinyalakan, Bios melakukan serangkaian tes diagnosis yang disebut POST. Fungsi ini menghentikan booting jika Bios mendeteksi error pada hardware. Bios dapat diatur untuk menghentikan semua kesalahan, tidak ada kesalahan, atau tidak untuk menghentikan pada kesalahan tertentu.
Bios Features Setup
Dengan memilih bios features setup dari menu CMOS setup utility akan keluar suatu tampilan yang berisi manufacture’s default values untuk mainboard.
1.Anti-virus protection
Memungkinkan untuk memilih fitur peringatan virus untuk IDE hard disk boot sector perlindungan. Jika fungsi ini diaktifkan dan upaya seseorang untuk menulis data ke daerah ini, Bios akan menampilkan pesab peringatan pada layar dan alarm bip.
2.CPU Internal Cache/External Cache
Kedua kategori ini mempercepat akses memori tergantung CPU dan desain chipset.
3.CPU L2 Cache ECC Checking
Untuk mengaktifkan /menonaktifkan CPU L2 Cache ECC Checking.
4.Boot Up Features
Setelah menyalakan sistem , Bios akan melakukan serangkaian inisialisasi perangkat dan tes diagnostic di bawah ini:
a.Quick Power On Self Test
Mempercepat POST setelah computer dinyalakan.
b.Boot Sequence
Untuk menentukan urutan drive, BIOS mencoba untuk boot setelah POST selesai. BIOS akan mencari drive ini untuk sistem operasi. BIOS mencoba untuk memuat sistem operasi dari perangkat di urutan dipilih dalam item ini. Pilihan: Floppy, LS / ZIP, HDD, SCSI, CDROM, disabled.
c.Swap Floppy Drive : Mengaktifkan fungsi ini akan penugasan swap floppy drive sehingga drive A akan berfungsi sebagai drive B, dan drive B akan berfungsi sebagai Catatan drive A. bahwa urutan boot tugas yang disebutkan secara langsung di atas tidak inlcude boot dari floppy drive B. Fungsi ini berguna jika drive floppy B dan A adalah suatu yang berbeda format dan anda ingin boot dari floppy drive B.
d.Boot Up Floppy Seek : digunakan untuk Mencari disk drive saat boot. Menonaktifkan kecepatan boot.
e.Boot Up NumLock Status : Fungsi ini mendefinisikan numberpad keyboard
sebagai tombol angka atau tombol panah.
5.Typematic Rate Setting
Bila diaktifkan maka dapat mengatur dua item berikut mengontrol typematic. Ketika disable, penekanan tombol ditentukan sewenang-wenang oleh pengendali keyboard pada sistem.
6.Typematic Rate (Chars/Sec)
Tingkat typematic menetapkan tingkat di mana karakterpada layar terulang ketika tombol ditekan dan ditahan kebawah.
7.Typematic Delay (Msec)
Mengatur waktu tunda setelah tombol ditekan sebelum mulai mengulangi keystroke.
8.Security Option
Pilih apakah password diperlukan setiap kali sistem boot atau hanya ketika masuk setup.
System
Sistem tidak akan boot dan akses ke Setup akan ditolak jika password yang benar tidak dimasukkan pada prompt.
Setup
Sistem akan boot, tetapi akses ke Setup akan ditolak jika password yang benar tidak dimasukkan pada prompt.
9.PCI/VGA Palette Snoop
Beberapa kartu VGA non-standar atau kartu video MPEG mungkin tidak menunjukkan warna dengan benar. Pengaturan fungsi ini ke Enable dapat memperbaiki masalah ini.
10.OS Select (For DRAM > 64MB)
Jika sistem DRAM lebih besar dari 64MB dan komputer menjalankan OS / 2, pilih OS / 2 sebagai nilai item. Jika tidak, set nilai item untuk Non-OS / 2 untuk semua sistem operasi yang lainnya.
11.Shadow memory
Perangkat lunak seperti sistem BIOS, video BIOS, SCSI BIOS, dll yang berada di ROM (Read Only Memory) chip disebut firmware.
Chipset Setup
Dengan memilih opsi Chipset Setup dari menu CMOS Setup Utility (Gambar3-1), layar di bawah ini ditampilkan. Layar sampel ini berisi manifacture standar nilai untuk mainboard.
1.DRAM Settings: pengaturan pertama Chipset berurusan dengan akses CPU untuk dynamic random access memory (DRAM). Timing default telah dipilih dengan cermat dan hanya harus diubah jika data hilang.
2.SDRAM CAS Latency Time : Ketika DRAM sinkron terinstal, jumlah siklus clock CAS latency tergantung pada waktu DRAM.
3.8-bit I/O Recovery Time & 16-bit I/O Recovery Time
Untukmenambahkan pemulihan tambahan penundaan antara 8-bit dan di antara siklus 16-bit.Keterlambatan ini terjadi karena bus PCI jauh lebih cepat daripada bus ISA. Pilihanadalah 1 sampai 8 dan N / A.
4.Memory Hole at 15M-16M
Mengaktifkan fungsi ini akan cadangan ruang alamat memori antara 15MB dan 16MB untuk kartu ekspansi ISA. Namun, memungkinkan fungsi ini akan menghasilkan dalam tidak memungkinkan sistem untuk memiliki akses ke memori di atas 16MB. Harap diperhatikan bahwa beberapa kartu ekspansi memerlukan pengaturan ini harus diaktifkan(enabled). Pengaturan standar Dinonaktifkan (disabled).
5.Flash BIOS Protection
Ketika diaktifkan, BIOS data tidak dapat diubah ketika mencoba untuk update BIOS dengan utilitas FLASH tersebut. Bila dinonaktifkan, BIOS data dapat diperbarui dengan menggunakan utilitas FLASH.
6.Hardware Reset Protect : Bila fungsi ini diaktifkan, tombol reset hardware PC tidak akan berfungsi. Fungsi ini sangat berguna untuk mencegah me-reset disengaja untuk server file dan router, dll, yang harus tersedia 24 jam / hari. Saat dinonaktifkan, PC hardware tombol reset akan berfungsi secara normal.
7.Auto Detect DIMM/PCI CLK
Ketika Enabled fungsi ini otomatis mendeteksi DIMM dan jam PCI selama sistem boot up.
8.Spectrum Spread : Ketika Enabled fungsi ini akan menyebabkan EMI yang lebih rendah dengan menyebarkan system spektrum frekuensi.
Power Management Setup
Bagian ini memberikan informasi mengenai fungsi manajemen Green PC power. Dengan memilih opsi Power Management Setup dari menu CMOS Setup Utility. (Gambar 3-1), layar di bawah akan ditampilkan :
1.Advanced Configuration Power Interface (ACPI)
ACPI memungkinkan manajemen sistem operasi untuk mengontrol jumlah daya yang diberikan kepada setiap perangkat yang terpasang ke komputer. Dengan ACPI, sistem operasi bisa mematikan perangkat peripheral, seperti pemutar CD-ROM, ketika mereka tidak digunakan.
2.Power Management
Memungkinkan komputer untuk menghemat listrik bila tidak digunakan dengan memasukkan daya semakin dalam modus penghematan. Untuk keterangan Power saving mode (terlena, Siaga, dan Suspend) lihat deskripsi mereka di bawah ini:
a.Max. Saving - Semua timer ditetapkan pada nilai minimum satu menit untuk memaksimalkan penghematan daya.
b.Min. Saving - Semua timer ditetapkan pada nilai maksimum satu jam untuk minimal hemat daya.
c.User Define - Pengguna dapat mengkonfigurasi timer ke waktu yang diinginkan menurut nilai yang tersedia.
3.PM Control by APM
Fungsi ini memungkinkan software selain BIOS untuk mengontrol Manajemen Power Aktifkan fitur fungsi ini di BIOS dan pastikan APM (Advanced Power Manajemen) ada.
4.Video Off Method
Fungsi ini berfungsi dengan baik sebagai screen saver dan penghemat daya untuk monitor. Lihat fungsi berikutnya, Video Off After, untuk mengatur timer video.
5.Blank
BIOS hanya akan kosong layar monitor. Listrik disimpan dalam mode ini diabaikan dan fungsi ini hanya digunakan sebagai screen saver untuk mencegah kerusakan layar saat layar aktif namun tidak digunakan.
6.V / H SYNC + Blank
Fungsi ini berfungsi baik sebagai screen saver dan sebuah penghemat listrik.
7.DPMS Supported
Pilih opsi ini jika kartu video mendukung Tampilan Signaling Manajemen Power (DPMS) standar. Misalnya monitor yang mendukung fitur-fitur Green.
8.Video Off After
Pengaturan ini menentukan saat monitor masuk modus hemat daya. Sebagai petunjuk nama fungsi, monitor masuk modus hemat daya setelah event yang dipilih berakhir. Power Management fungsi harus diaktifkan untuk menggunakan fungsi ini.
9.Modem Use IRQ
Jika komputer memiliki modem, gunakan fungsi ini untuk memberitahu BIOS, IRQ sedang diduduki oleh kartu modem.
10.Doze Mode
Power Management fungsi tidak harus diatur disabled to enable untuk mengaktifkan fungsi ini. Jika tidak ada interrupt yang terjadi dan timer tidur berakhir, system akan memasuki mode tertidur. Dalam mode terlena, jam CPU berjalan pada kecepatan yang lebih rendah sementara semua perangkat lainnya beroperasi secara normal.
11.Standby Mode
Jika sistem berjalan dalam mode tertidur dan Standby timer berakhir, sistem akan memasuki modus siaga. Dalam modus siaga, drive hard disk dan monitor menutup menonaktifkan sementara semua perangkat lain masih beroperasi pada kecepatan penuh.
12.Suspend Mode
Jika sistem berjalan dalam modus siaga dan timer Suspend berakhir, semua perangkat diatur oleh manajemen daya akan mematikan dan kecepatan CPU akan 0 MHz.
13.HDD Power Down
Ketika waktu HDD idle telah berlalu, BIOS mengirimkan perintah ke hard disk untuk mematikan motor. Mengatur waktu antara 1 dan 15 untuk menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sebelum hard drive memasuki modus hemat daya.
14.Throttle Duty Cycle
Ketika sistem masuk Doze mode, jam CPU berjalan hanya bagian dari waktu.
15.Soft-Off by PWR-BTTN
Fungsi ini memungkinkan tombol daya untuk menempatkan system di Suspend, modus hemat daya.
16.CPUFAN Off In Suspend
Bila diaktifkan, fungsi ini mematikan kipas CPU ketika komputer dalam mode suspend.
17.Power On By Modem
Bila diaktifkan, modem yang menerima panggilan wake up akan sampai sistem dari soft off dan mode hijau. Anda harus menghubungkan modem ke port COM dan menghidupkan acara resume dalam mode hijau.
18.Power On By Alarm
Pengaturan ini memungkinkan sistem untuk menghidupkan kembali pada ditunjuk waktu bulan. Pengguna harus menetapkan tanggal bulan dan waktu hari. Ini Fungsi ini hanya tersedia bila menggunakan catu daya dan ATX Perangkat Lunak Power-Off berfungsi untuk mematikan computer.
19.Wake Up On LAN
Aktifkan pilihan ini menggunakan Wake Up On LAN fungsi dibahas dalam Bagian 2-4 dari manual ini.
20.IRQ8 Break Suspend : Mengaktifkan pengaturan ini ternyata pemantauan IRQ8 (Real
Time Clock) Pada sehingga tidak membangunkan sistem dari mode
PNP/PCI Configuration
Bagian ini menyediakan informasi pengaturan IRQ dan DMA. Dengan memilih PNP / Konfigurasi PCI pilihan dari menu CMOS Setup Utility (Gambar 3-1), layar di bawah ini ditampilkan. Layar ini sampel berisi default pabrikan nilai untuk mainboard.
1.PNP OS Installed
Jika ingin menginstal sebuah OS yang kompatibel PNP (seperti Windows 95) diatur ke Ya.
2.Resources Controlled By
Bila diatur ke Manual sistem BIOS tidak akan merujuk pada ESCD untuk IRQ & DMA information. Sebaliknya, akan mengacu pada item dalam menu setup untuk menugaskan IRQ & DMA. Bila diatur ke Otomatis sistem BIOS akan mengacu pada ESCD untuk semua informasi warisan.
3.Reset Configuration Data
Ketika diaktifkan sistem BIOS akan menghapus / reset ESCD selama POST. Setelah membersihkan ESCD, BIOS kemudian akan mengubah nilai item ini ke Dinonaktifkan. Jika tidak, data ESCD akan menjadi tidak berguna.
4.IRQ#/DMA# assign to
Ketika sumber-sumber dikendalikan secara manual, maka dapat ditetapkan setiap sistem interrupt & DMA channel untuk "Legacy ISA" atau "PCI / ISA PnP" kartu yang digunakan. Saat menggunakan Legacy ISA Card (non-PnP ISA card), silahkan set itu perlu sesuai sumber daya (INT #, DMA #) dari "PCI / ISA PnP" ke "Legacy ISA."
5.Assign IRQ For VGA
Memungkinkan BIOS untuk membuat IRQ yang tersedia untuk kartu VGA. Sebagian besar saat ini model kartu VGA tidak memerlukan fungsi ini harus diaktifkan.
6.Assign IRQ For USB
Jika USB yang digunakan fungsi ini harus Diaktifkan. Jika tidak, menonaktifkan ini berfungsi untuk mengoptimalkan sumber daya Windows 95 IRQ untuk penggunaan IRQ lain. N / A (disabled.)
7.Used MEM base addr
Fungsi ini memberikan ruang memori (8K, 16K, 32K, 64K) untuk setiap perifer yang memiliki kebutuhan memori yang tinggi. Ini juga digunakan untuk menunjuk ruang memori untuk kartu warisan ISA. Pengaturan C800 ~ DC00 digunakan untuk untuk menunjuk titik di mana memori akan mulai digunakan. Pengaturan standar adalah N / A (disabled).
8.FDD IRQ Can Be Free
Fungsi ini memungkinkan pengguna untuk memilih jika IRQ FDD yang bisa dibebaskan. The Setting default ini Ya dan ini tidak memungkinkan untuk bebas IRQ.
Load Setup Defaults
Load Setup Default memuat sistem standar nilai secara langsung dari CMOS Setup Utility Menu (Figure3-1). Jika rekaman yang tersimpan yang dibuat oleh program setup menjadi rusak dan karenanya tidak dapat digunakan, default-default ini akan dimuat secara otomatis ketika Anda menghidupkan komputer.
SeePU & Hardware Monitoring
1.CPU Setup
Para produsen mainboard SeePU mengembangkan teknologi yang memudahkan untuk mengubah faktor jam mulfiplier CPU dan frekuensi CPU Bus di BIOS.
2.Shutdown Temperature
Sistem akan shutdown saat pengaturan suhu tercapai, untuk mencegah sistem dari overheating. (Dukungan ini Windows 98 fungsi ACPI saja).
Integrated Peripherals
Bagian ini menyediakan informasi tentang pengaturan perangkat peripheral.
1.IDE HDD Block Mode
Menentukan jumlah maksimum dari sektor-sektor yang dapat ditransfer pada suatu waktu.
2.IDE Primary/Secondary Master/Slave PIO
Empat IDE PIO (diprogram Input / Output) Bidang memungkinkan untuk mengatur mode PIO (0 -4) untuk setiap perangkat IDE bahwa interface PCI internal IDE mendukung. Mode 0 melalui 4 penyedia yang memberikan peningkatan kinerja secara berturut-turut. Dalam mode Otomatis, system secara otomatis menentukan mode yang terbaik untuk setiap perangkat.
3.On-chip Primary/Secondary PCI IDE
Pengaturan ini dapat dilakukan untuk keadaan disable kontroler IDE On-chip jika Anda akan menambahkan kinerja yang lebih tinggi IDE board.
4.USB Keyboard Support
Jika sistem operasi yang ada tidak mendukung driver USB (yaitu, DOS) fungsi ini harus diaktifkan untuk operasi keyboard USB dalam sistem operasi. Bila menggunakan keyboard USB fungsi ini secara otomatis Diaktifkan selama boot terlepas dari setting di BIOS.
5.GAMEPORT Support
Fungsi ini harus diaktifkan untuk menggunakan fungsi audio onboard. Untuk fungsi ini mengakhiri set ke menonaktifkan.
6.Onboard LAN Chip
Fungsi ini harus diaktifkan untuk menggunakan fungsi LAN onboard. Untuk fungsi ini mengakhiri set ke menonaktifkan.
7.Init Display First
Fungsi ini memungkinkan pengguna untuk memilih antara slot AGP atau slot VGA untuk memulai Pertama ditampilkan.
8.Power On Function
Set ke Tombol Saja untuk mengontrol kekuatan sistem melalui tombol pada sistem yang ada. Set ke Mouse Klik untuk menghidupkan daya melalui mouse / 2 PS, dan set ke Hot Key atau Password untuk menghidupkan daya melalui keyboard. Dengan Hot key dan Password yang ditentukan harus memutuskan di mana kunci akan menghidupkan power.
9.Onboard FDC Controller
Untuk mengaktifkan floppy disk controller (FDC) terpasang pada board sistem jika ingin menggunakannya.
10.COM2 Mode
Bila fungsi ini Diaktifkan, maka COM port akan diarahkan untuk mendukung Fungsi IR.
11.Onboard Parallel Port
Pilih alamat LPT port logis dan sesuai menyela untuk fisik paralel port.
12.Power Failure Recovery
Komputer yang menggunakan power supply ATX tidak bisa menghidupkan kembali setelah sumber daya ke komputer tiba-tiba gagal. Mengaktifkan pengaturan ini akan memungkinkan sistem untuk selalu menghidupkan kembali setelah kegagalan power.
Supervisor Password & User Password Setting
Ada empat variabel yang berbeda yang mengontrol pengaturan password. Dua yang pertama adalah terletak di bawah fungsi Opsi Keamanan di BIOS Features Setup Menu (Gambar3-3). Bila fungsi Opsi Keamanan diatur ke Setup, password diperlukan untuk masuk BIOS dan mengubah pengaturan BIOS. Bila fungsi Opsi Securitiy adalah diatur ke Sistem, password diperlukan untuk masuk baik BIOS dan computer sistem operasi (misalnya Windows 95) ditemukan pada drive boot. Hal ini ditunjukkan Dalam Angka 3- 10 dan 3-11. Variabel ketiga dan keempat adalah password user dan password supervisor dipilih di BIOS (Gambar 3-1). Tujuan utama dari pengguna memisahkan dan supervisor adalah hanya mengizinkan pengawas untuk memiliki kontrol atas pengaturan di BIOS. Pengguna, pada sisi lain, hanya diperbolehkan untuk mengakses sistem operasi komputer dan perubahan yang password pengguna dalam BIOS (Lihat Gambar 3-11). Perhatikan bahwa bila ada pengawas ada mengatur sandi, password user mengontrol akses ke semua pengaturan BIOS (Lihat Gambar 3 -10 di bawah).
IDE HDD Auto Detection
Utilitas ini dapat secara otomatis mendeteksi jenis IDE hard disk dan parameter. Proses deteksi memakan waktu sekitar 5 detik untuk setiap drive fisik. Setelah utilitas mendeteksi disk drive, ketik Y dan tekan [Enter] untuk secara otomatis memuat parameter dalam Hard Disk bagian menu Standar CMOS Setup. Jika tidak, biarkan pilihan set pada N dan tekan [Enter] atau [Esc] untuk melewatkan drive terdeteksi. Setelah mendeteksi hard drive (s), kembali ke menu Standar CMOS untuk memeriksa
pengaturan.
Save and Exit Setup
Jika Anda memilih tipe ini dan Y (untuk ya) diikuti dengan [Enter], nilai-nilai masuk dalam utilitas setup akan disimpan di memori CMOS dari BIOS chip.
Exit Without Saving
Memilih pilihan ini dan menekan Y diikuti dengan [Enter] memungkinkan Anda keluardari Setup program tanpa merekam nilai-nilai baru atau mengubah yang lama.
Deteksi Kesalahan (Beep Codes)
a. 1 Long Beep, 2 Short Beeps
Satu bip panjang diikuti oleh dua beep pendek menunjukkan bahwa ada beberapa jenis kesalahan dengan kartu video. Mengganti kartu video biasanya yang paling Anda harus lakukan untuk memperbaiki yang satu ini.
b.1 Long Beep, 3 Short Beeps
Satu bip panjang diikuti oleh tiga beep pendek berarti bahwa baik video card tidak terinstal atau memori pada kartu video yang buruk. Pemasangan kembali atau mengganti kartu video biasanya akan memperbaiki penyebab kode bip Award.
Bernada tinggi yang berulang / pola beep bernada rendah merupakan indikasi dari beberapa jenis masalah CPU. CPU bisa terlalu panas atau tidak berfungsi dalam beberapa cara lain.
d.1 High Pitched Beep (Repeating)
Sebuah bunyi tunggal, berulang-ulang, bunyi 'bip' bernada tinggi berarti CPU terlalu panas. Maka cari tahu mengapa CPU semakin terlalu panas sebelum kode bip Award akan hilang. Matikan komputer dengan segera jika mendengar kode beep. Semakin lama CPU berjalan panas, semakin tinggi kemungkinan bahwa kerusakan pada bagian yang mahal dari sistem akan secara permanen. Pola kode bip lainnya yang mungkin Anda dengar berarti bahwa ada beberapa jenis masalah memori. Mengganti RAM adalah cara paling tepat mengatasi masalah ini.